Tukad Bindu jadi destinasi wisata edukatif hasil kreativitas warga Denpasar

Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya berkomitmen untuk memfokuskan pembangunan di Kota Denpasar yang berbasis partisipasi masyarakat.

Menurut Rai Mantra, pemerintah dalam hal ini merupakan fasilitator publiknya.

“Seperti halnya kunjungan beberapa waktu lalu dari CEO World Bank yang secara khusus mengapresiasi keberadaan Tukad Bindu sebagai destinasi wisata yang edukatif yang melibatkan masyarakatnya secara langsung, tentu ini harus dicontoh dan diterapkan di wilayah lainnya,” ungkap Rai Mantra, Rabu (10/10).

“Karena semua elemen masyarakat terlibat, hasilnya pun dinikmati oleh semua masyarakatnya, pemerintah sebagai fasilitator yang baik dan dampak jangka panjang akan sangat terasa,” tambahnya.

Dia mengungkapkan pembangunan yang berbasis partisipasi masyarakat akan memberikan dampak yang positif.

Khususnya kemandirian kepada seluruh masyarakat dalam memajukan desa atau kelurahan yang bermuara pada kemajuan kota.

Seperti revitalisasi sungai, revitalisasi pasar tradisional, pengembangan desa wisata, dan program-program keterbukaan informasi publik serta fasilitas ruang publik sejatinya semua dari masyarakat dan untuk masyarakat.

Hal tersebutlah yang menjadi titik penting dalam pembangunan sebuah daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Dezire Mulyani sangat siap mendukung segala bentuk program-program desa khususnya yang dapat melibatkan masyarakatnya, seperti program desa wisata.

“Kami siap mendukung, apalagi sekarang desa-desa sudah sangat kreatif, saya yakin ke depan pembangunan dengan sistem ini sangat memberikan dampak positif terkhusus untuk sektor pariwisata,” terangnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kasubag Pengumpulan Informasi dan Publikasi Pemkot Denpasar, I Wayan Hendaryana mengatakan pihaknya melihat antusiasme masyarakat dalam keterlibatan pembangunan di Denpasar sangat besar.

“Kami siap mewadahi dan menjembatani aspirasi dan antusiasme masyarakat dalam menyukseskan pembangunan di Kota Denpasar,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan dengan adanya media sosial seperti sekarang ini komunikasi sudah terfasilitasi.

“Sehingga usulan masyarakat dapat dengan mudah diketahui sebagai acuan dalam mengimpelentasikan program,” ungkapnya.