Upaya Apple dominasi sektor streaming musik

Saat ini sudah tidak zaman untuk mendengarkan musik lewa MP3 Player lagi. Sekarang zamannya aplikasi streaming musik on-demand. Mungkin Anda sudah menggunakannya, karena salah satu yang paling populer yakni Spotify, sudah jadi pilihan siapa saja untuk mendengarkan musik.

Namun jangan salah, Spotify bukan satu-satunya. Masih ada layanan besutan Apple yakni Apple Music yang ingin menantang dominasi Spotify.

Sebenarnya, Spotify sekarang adalah raja dari aplikasi streaming musik. Aplikasi asal Swedia ini yang membuat streaming musik jadi mainstream. Belum lagi Spotify adalah aplikasi streaming musik dengan pengguna berbayar terbanyak, dan aja puluhan juta lainnya yang menggunakannya secara gratis.

Apple Music awalnya ingin menantang dominasi tersebut hanya lewat jalur eksklusifitas: tidak bisa dinikmati secara gratis, menelurkan rilisan eksklusif dai beberapa musisi yang tidak ada di Spotify, serta integrasi apik ke ekosistem iOS yang ramah pengguna.

Hanya saja, cara tersebut tidak membuat Spotify tertantang. Dari data yang dimuat Digital Trends, kini Apple Music memiliki pengguna berbayar sebanyak 40 juta. Angka ini hanya setengah dari pengguna aktif berbayar Spotify. Hanya saja, memang Apple Music juara di segmen AS. Di pasar global, jalan Apple Music masih jauh.

Mengakuisisi Shazam

Langkah Apple untuk mencoba mendominasi di sektor streaming musik adalah mengakuisisi aplikasi identifikasi musik terpopuler Shazam. Aplikasi ini cukup canggih karena dapat mengidentifikasi lagu, film, atau acara TV dari sebuah klip audio.

Sebelum adanya akuisisi ini, perjanjian antara Apple dan Shazam adalah soal pengguna Shazam yang juga menggunakan iTunes. Jadi, Shazam menerima banyak uang dari Apple sebagai komisi untuk mengirim banyak sekali pengguna Shazam untuk memutar musik yang mereka cari di iTunes, dan juga membeli konten musik digital di sana. Menurut Wall Street Journal, pemasukan tertinggi Shazam datang dari aspek ini, dan menguasai 10 persen dari penjualan konten digital download.

Pasca akuisisi, Apple punya celah dominasi karena Shazam menyumbang klik ke Spotify dan juga Google Play Music lebih dari satu juta klik per harinya. Dengan membelokkan sumbangan klik ke Apple Music secara eksklusif, segmen pengguna Shazam bisa dikuasai.

Mengakuisisi Asaii

Beberapa waktu yang lalu, Spotify melakukan gebrakan dengan membiarkan para musisi indie atau tidak memiliki label untuk mengunggah musiknya di Spotiy secara langsung. Ini adalah upaya Spotify untuk mencakup lebih dari sekedar musisi arus utama. Hal ini juga membuat pilihan musik mereka jadi jauh lebih banyak dan tak terbatas.

Nah, cara Apple untuk bersaing dengan Spotify di ranah ini adalah dengan mengakuisisi sebuah startup berbasis analitik bernama Asaii. Melansir The Verge (15/10/2018), Apple mengakuisisinya di angka kurang dari 100 juta Dollar, sebelum startup tersebut menyatakan diri gulung tikar.

Karya terbaik dari Asaii ini adalah sebuah dashboard yang bisa mengidentifikasi data dari layanan aplikasi musik dan juga media sosial, sehingga bibit unggul musisi bisa ditemukan lebih dulu. Melansir The Verge, Asaii mengklaim bahwa mereka bisa menemukan bibit musisi unggul 10 minggu hingga setahun sebelum dia masuk chart. Lebih jauh, Asaii mengklaim bahwa mereka bisa menemukan “Justin Bieber selanjutnya.”

Asaii pun juga memiliki algoritma rekomendasi yang bisa digunakan Apple Music untuk memberi pengguna rekomendasi musik berdasarkan preferensi musik yang ia dengarkan. Fitur ini sangat berguna untuk berkompetisi melawan Spotify yang memiliki fitur serupa yakni Daily Mix dan juga Discover Weekly.

Mampukah Apple Music jadi penantang Spotify? Kita lihat saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *