AS Akhirnya Keluarkan Visa untuk Presiden Iran Hadiri Sidang Tahunan PBB

Amerika Serikat akhirnya memutuskan mengeluarkan visa yang memungkinkan Presiden Iran Hassan Rouhani dan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif untuk melakukan perjalanan ke New York setelah sebelumnya ditunda.

Mereka berencana mengadakan pertemuan tahunan dengan para pemimpin dunia di PBB pada Selasa (24/9).

Juru bicara menteri luar negeri Iran mengatakan pada Twitternya bahwa Zarif berangkat ke New York pada Jumat kemarin.

Zarif mengatakan sebelumnya pada Kamis, bahwa Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo berusaha untuk menunda pemberian visa bagi delegasi Iran yang hendak menghadiri Majelis Umum PBB.

“@SecPompeo mencoba menghadiri kewajiban AS untuk mengeluarkan visa bagi delegasi PBB dengan menggunakan sebutan yang menyombongkan diri,” cuitan Zarif.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menolak memberi komentar mengenai masalah ini, seperti dikutip dari Al Jazeera. “Kami tidak membahas tentang adanya pemberian atau tidak adanya pemberian visa.”

“Jika Ansa terhubung dengan organisasi teroris asing, saya tidak tahu.”

Pompeo menambahkan, hal itu akan menjadi alasan untuk memikirkan apakah pihak Iran harus diberi izin untuk datang menghadiri pertemuan dengan PBB membahas perdamaian.

Amerika Serikat sebagai tuan rumah umumnya memiliki kewajiban mengeluarkan visa kspada seluruh diplomat yang akan bertugas di markas PBB.

Penahanan visa itu mungkin menjadi sinyal dari Washington untuk meningkatkan permusuhan diplomatik dengan Teheran,

yang selama ini terus memanas oleh pakta nuklir JCPOA 2015 hingga serangan terhadap kilang Aramco Arab Saudi beberapa hari lalu.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Rabu bahwa “jika keputusan” berada ditangannya, maka ia kan memberi izin Rouhani dan menteri luar negerinya, Mohammad Javad Zarif, untuk datang.

“Jika itu terserah aku, aku akan membiarkan mereka datang,” kata Trump.

‘Yang pasti, saya tidak ingin membuat orang keluar jika mereka ingin datang,” ujarnya.

Namun, muncul laporan bahwa Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo yang menyarankan Trump pada hari sebelumnya untuk menolak visa delegasi Iran.

Sebelumnya, Rouhani dan delegasinya telah dijadwalkan untuk melakukan perjalanan ke New York untuk pertemuan tahunan PBB pada Senin, 23 September 2019, namun tampaknya tidak mungkin karena visa belum dikeluarkan, kata kantor berita IRNA.

“Jika visa tidak dikeluarkan dalam beberapa jam, perjalanan ini mungkin akan dibatalkan,” lapor IRNA.

Jika Iran batal menghadiri pertemuan tahunan PBB tersebut, maka akan menunjukkan perbedaan komitmennya untuk PBB dan organisasi internasional mengenai kerangka perjanjian.