Bali United, Menyongsong Waktu yang Tepat untuk Juara

Nama Bali United mulai menyeruak ke permukaan usai mencuri atensi di Liga 1 2017. Bersaing ketat dengan Bhayangkara FC, Serdadu Tridatu harus mengakui keunggulan Indra Kahfi dan kolega demi gelar juara dengan cara yang kontroversial. Walau begitu, 2017 adalah titik awal bagi Bali United.

Setahun berselang, 2018 jadi musim yang tak cukup indah dikenang. Fadhil Sausu dan kolega kepayahan di liga dan sebagai imbasnya, Widodo Cahyono Putro terpaksa lengser dari kursi kepelatihan setelah skuatnya gagal menampilkan penampilan terbaik seperti musim 2017.

Kini, di Liga 1 2019, Bali United siap menyongsong era dan ambisi baru demi ganjaran gelar juara di akhir musim. Apa saja modal mereka musim ini?

1. Berharap tuah Stefano “Teco” Cugurra

Bali United, Menyongsong Waktu yang Tepat untuk JuaraTwitter/@BaliUtd

Pelatih asal Brasil ini datang dengan reputasi mentereng. Dua musim di Persija Jakarta selama Liga 1, Teco, yang juga legenda Persebaya Surabaya, sukses memberi dampak positif. Di musim pertamanya, ia membawa Macan Kemayoran menembus AFC Cup. Di musim kedua, giliran gelar juara ia persembahkan kepada Jakmania dan Kota Jakarta.

Kini, Bali jadi pelabuhan berikut bagi pelatih berbakat ini. Dan bersama skuat Bali United yang sudah profesional dan tertata sangat rapi, peluang Bali dan Teco untuk merengkuh gelar juara selangkah lebih baik dibanding tim-tim lain di Liga 1 2019.

2. Penyegaran di sektor pemain asing

Bali United, Menyongsong Waktu yang Tepat untuk JuaraDok.IDN Times/Istimewa

Melepas Nick van der Velden, Bali United bergerak cepat dengan mengontrak gelandang genius eks Bhayangkara FC, Paulo Sergio. Sergio sendiri adalah bagian dari skuat Bhayangkara yang jadi tim juara pada 2017 lalu. Kini, Bali United jadi pelabuhan berikutnya.

Di sektor belakang, Teco juga membuat gebrakan. Ketika Bali gagal dengan Bruno Demerson dan Ahn Byung-keon, kini mereka mendatangkan eks anak asuh Teco di Persija dahulu, William Pacheco. Bek jangkung ini akan jadi bek sempurna di lini belakang.

Dua pemain asing ini sendiri melengkapi dua pemain asing di musim lalu yang dipertahankan oleh manajemen yakni Melvin Platje dan Brwa Nouri.

3. Masih bisa berharap kepada trio naturalisasi

Bali United, Menyongsong Waktu yang Tepat untuk JuaraInstagram.com/ibachdim

Di sektor lokal, Bali United sendiri sudah lama dikenal karena memiliki duo naturalisasi asal Belanda yang juga andalan timnas Indonesia, Irfan Bachdim dan Stefano Lilipaly. Bachdim sendiri terkapar di musim lalu cukup lama karena bekapan cedera, namun musim ini akan menjadi penanda kembalinya ia ke kebugaran yang prima.

Sementara Lilipaly, sudah tak diragukan lagi kualitasnya baik di level klub mau pun di level timnas. Ini juga bertambah dengan penyerang naturalisasi yakni Ilija Spasojevic, yang bersama Paulo Sergio, sukses persembahkan gelar Liga 1 2017 bagi Bhayangkara FC.

Bersama-sama, ketiganya diprediksi tidak akan jauh dari jatah pemain utama klub ini di setiap laga.

4. Kedalaman skuat yang cukup prima dan berimbang

Bali United, Menyongsong Waktu yang Tepat untuk JuaraTwitter/@BaliUtd

Salah satu yang menarik dari Bali United di musim ini adalah kedalaman skuat mereka yang mumpuni. Di sektor bek saja, mereka mendatangkan banyak pemain baru seperti Pacheco, Haudi Abdillah, Leonard Tupamahu, Gunawan Dwi Cahyo, hingga Michael Orah, untuk melengkapi skuat yang sudah berisi Ricky Fajrin, Dias Angga Putra, dan I Made Andhika Wijaya.

Di sektor kiper, kini Wawan Hendrawan bisa bernapas lega karena punya pelapis dengan kualitas mumpuni pada diri Samuel Reimas. Bersama Perseru Serui musim lalu, Reimas jadi salah satu kiper terbaik Liga 1 2018.

Sektor tengah bisa jadi yang paling mewah karena ada nama Taufiq, Fadhil Sausu, hingga duo pemain lokal baru, Ahmad Maulana Putra dan Fahmi Al Ayyubi. Dengan man management dan sistem rotasi yang tepat, Bali punya skuat yang lebih dari cukup untuk jadi juara Liga 1.