Bentrokan Unjuk Rasa Pecah Pagi Hari di Irak, Puluhan Orang Terluka

Pejabat keamanan Irak menyampaikan sedikitnya 27 pengunjuk rasa terluka dalam bentrokan terbaru di pusat kota Baghdad.

Pejabat ini mengatakan bentrokan pecah antara pukul 04.00 dan 05.00 pada Rabu di dekat Jembatan Ahrar di pusat kota.

Pejabat ini tak ingin disebutkan namanya karena alasan kewenangan, dilansir dari laman Alarabiya, Rabu (20/11).

Pasukan keamanan Irak menggunakan gas air mata untuk menghalau pengunjuk rasa yang bergerak menuju Zona Hijau, pusat kedudukan pemerintahan. Dilaporkan tak ada kerusakan.

Para pengunjuk rasa menguasai salah satu sisi jembatan, dan pasukan keamanan dikerahkan di sisi lainnya.

Sekitar 320 pengunjuk rasa tewas dan ribuan terluka sejak kerusuhan pecah pada 1 Oktober lalu, saat puluhan ribu pengunjuk rasa turun ke jalan menuntut pemerintah mengakhiri korupsi dan buruknya pelayanan dasar.

Ratusan Korban Tewas

Organisasi Hak Asasi Manusia Irak menyebutkan, pada Sabtu (9/11), ratusan orang telah tewas dan puluhan ribu lainnya terluka sepanjang gelaran aksi protes anti-pemerintah sejak Oktober di seluruh Irak.

Dikutip dari UPI pada Minggu (10/11), Komisioner Tingkat Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa sangat prihatin dengan jatuhnya korban, tidak hanya dari pihak demonstran tapi juga dari pihak keamanan.

“Jumlah korban yang tepat mungkin jauh lebih tinggi,” ujar pihak PBB.

“Mayoritas korban telah jatuh dari penggunaan amunisi langsung oleh pasukan keamanan dan elemen-elemen bersenjata, yang digambarkan banyak orang sebagai kelompok-kelompok milisi swasta, serta penggunaan senjata-senjata yang kurang mematikan yang tidak perlu, tidak proporsional atau tidak tepat seperti gas air mata,” tambahnya.

Pada Jumat (8/11), dua orang terbunuh di kota Basra Selatan selama protes kekerasan. Demonstrasi telah terjadi di Baghdad, Dhi Qar dan Karbala.

IHCHR dalam sebuah pernyataan mengatakan, pihaknya menyerukan semua pihak mengakhiri pertumpahan darah dan mempertahankan demonstrasi damai.

“Ketika IHCHR menegaskan jaminan konstitusional atas kebebasan berpendapat, demonstrasi dan pertemuan damai serta kebutuhan untuk menyatukan tuntutan yang sah untuk melindungi dan mempromosikan hak asasi manusia di Irak,” ujarnya.