Demonstran Sudan Serukan Pembangkangan Sipil di Ibu Kota Usai 4 Orang Tewas

Kondisi Ibu Kota Khartoum, Sudan, kemarin kian mencekam setelah para pemimpin unjuk rasa mendesak orang-orang untuk berpartisipasi ikut pembangkangan sipil.

Hal itu mereka lakukan untuk menekan militer setelah insiden laporan menyebut empat demonstran lagi tewas oleh tentara.

Dikutip dari laman VOA Indonesia, Senin (10/6), seruan pembangkangan sipil itu muncul sekitar sepekan setelah pasukan keamanan mengambil langkah untuk membubarkan kamp demonstran di luar markas militer di Khartoum. Setidaknya 113 orang tewas sejak Senin 3 Juni.

Asosiasi Profesional Sudan (SPA) mengatakan telah menerima Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed sebagai mediator untuk melanjutkan perundingan dengan dewan militer.

Meskipun pihaknya mendesak penyelidikan independen terkait kekerasan yang telah terjadi sejak tergulingnya al-Bashir.

Perdana Menteri Ethiopia, Abiy Ahmed, tiba di ibukota Sudan, Jumat 7 Juni kemarin. Tujuan kedatangannya untuk menengahi pembicaraan antara dewan militer yang berkuasa dan para pemimpin gerakan protes prodemokrasi setelah penindakan keras oleh militer pekan ini.

Ahmed bertemu dengan jenderal-jenderal di Khartoum dan diperkirakan akan bertemu secara terpisah dengan para pemimpin Kekuatan bagi Deklarasi Kebebasan dan Perubahan, suatu koalisi kelompok-kelompok politik yang mewakili para demonstran, yang menyingkirkan pemimpin lama Omar al-Bashir dari kekuasaannya pada April lalu.

Sementara itu, Uni Afrika menyatakan membekukan semua aktivitas Sudan di organisasi itu sampai pemerintah pimpinan sipil terbentuk.

Kedua pihak telah terlibat dalam pembicaraan mengenai transisi yang dipimpin warga sipil menuju demokrasi, tetapi perundingan mereka gagal sewaktu pasukan keamanan menyerbu kamp aksi duduk pada hari Senin.

Dokter-dokter Sudan yang beraliansi dengan oposisi menyatakan 113 orang tewas, dan lebih dari 500 lainnya cedera dalam bentrokan itu.

Kementerian Kesehatan Sudan melansir pernyataan yang menyebutkan jumlahnya “tidak lebih dari 46 orang.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *