Dibantai Enam Gol oleh Indonesia, Pelatih Vanuatu Merasa Puas

Vanuatu harus menanggung malu karena dicukur oleh tuan rumah Indonesia dengan skor 6-0 dalam laga uji coba internasional di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (15/6). Namun, pelatih negara yang terletak di kepulauan sekitar Samudera Pasifik itu, Paul Munster, tetap senang meski kemasukan setengah lusin.

Mengapa demikian?

Karena Paul merasa anak asuhnya banyak memetik pelajaran dari tour pertamanya ke Asia ini. Menurut dia, walau hasilnya mengecewakan, pemain mudanya telah mendapatkan pengalaman sangat berharga. Hal itu bisa jadi modal bagus untuk menghadapi Pacific Games.

“Kebanyakan dari pemain saya pemain muda, di mana mereka ini adalah penampilan perdana mereka di Asia. Saya kecewa, tapi kami belajar dari sini, dan kami akan lebih fokus saat kembali ke Vanuatu dan persiapan untuk event selanjutnya,” ujar Paul dalam sesi konferensi pers usai laga.

1. Vanuatu banyak kebobolan akibat kesalahan pemainnya sendiri

Dibantai Enam Gol oleh Indonesia, Pelatih Vanuatu Merasa PuasANTARA/Michael Siahaan

Terkait banyaknya gol yang bersarang ke gawang Vanuatu, eks pelatih klub India, Minerva Punjab itu, menilai bahwa hal itu terjadi akibat kesalahan elementer yang dilakukan oleh pemainnya sendiri. Padahal, ia sudah menyusun rencana untuk bisa mengimbangi permainan tuan rumah.

“Kami belum pernah bertemu dan buta kekuatan Indonesia. Kami banyak melakukan kesalahan individu. Para pemain juga terlalu banyak main di belakang dan tak menjalankan game plan, mereka jadi kebanyakan kehilangan possession,” kata Paul.

2. Kalah besar, mental pemain Vanuatu tak akan runtuh

Dibantai Enam Gol oleh Indonesia, Pelatih Vanuatu Merasa Puasfifa.com

Ia pun dengan berlapang dada mengakui kekalahannya atas skuat Garuda. Tapi, ia menekankan bahwa hal itu tak akan membuat mental pemainnya ambruk. Sebab, Indonesia bukanlah lawan yang sebenarnya bagi Vanuatu. Jadi tak masalah baginya harus kalah dari tim yang dinakhodai Simon McMenemy di SUGBK.

Apalagi, lanjut Paul, gaya main yang ditampilkan timnas Indonesia cukup berbeda dengan tipikal permainan tim-tim dari Melanesia. Jadi kekalahan tersebut tak bisa dijadikan bagi timnya nanti kesulitan jika bersua negara-negara seperti Fiji atau Haiti di kompetisi yang diikuti di zona Oseania.

3. Fisik pemain Vanuatu menurun di babak kedua

Dibantai Enam Gol oleh Indonesia, Pelatih Vanuatu Merasa PuasANTARA/M Risyal Hidayat/pras

Lebih jauh, terkait hasil yang diraih Vanuatu, Paul tetap memendam kekecewaan lebih. Apalagi, timnya sebetulnya bisa mengimbangi permainan Evan Dimas dan kolega di babak pertama. Namun, usai turun minum, performa pemainnya terus menurun hingga akhirnya terus dibombardir oleh lawan.

“Ekspektasi saya ke tim tinggi, karena tim saya bisa tampil lebih baik. Ketika melawan tim Oseania lain, tim kami harus bisa tampil lebih baik lagi,” tukas dia.