Fakta-fakta 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi Rusak Akibat Sabotase

Di tengah tensi tinggi hubungan Amerika Serikat dan Iran, sebuah kabar tak sedap menyeruak di Timur Tengah. Dilansir oleh laman Associated Press, Pemerintah Arab Saudi menyatakan jika dua kapal tanker minyaknya rusak diduga akibat sabotase, saat berlabuh di daerah lepas pantai kota pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab.

Kabar ini disampaikan langsung oleh Menteri Energi Arab Saudi, Khalid Al-Falih. Salah satu tanker yang dirusak diketahui tengah berlayar mengambil pasokan minyak untuk dibawa menuju Amerika Serikat. Lebih jauh, Al-Falih menyebut jika kedua kapal mengalami ‘kerusakan signifikan’.

Lalu bagaimana fakta-fakta kejadian dua kapal tanker minyak Arab Saudi rusak diduga akibat sabotase? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

1. Kejadian sabotase terjadi di lepas pantai pelabuhan Fujairah di Uni Emirat Arab

Fakta-fakta 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi  Rusak Akibat SabotaseAP Photo/Kamran Jebreili

Menurut BBC, tidak ada rilisan pers yang merinci secara spesifik peristiwa tersebut. Namun diduga, apa yang diduga sebagai sabotase ini terjadi pada hari Minggu (12/5) kemarin, pukul enam pagi waktu setempat, di perairan Teluk Oman, sebelah timur kota Fujairah.

Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab mengatakan jika ada empat kapal komersial turut menjadi sasaran operasi sabotase. Tetapi dilaporkan tidak ada korban jiwa atau tumpahan bahan kimia berbahaya untuk lingkungan. Otoritas UEA juga telah mengambil segala tindakan yang diperlukan serta tengah menyelidiki insiden tersebut.

Mereka juga membantah laporan yang beredar di media perihal kebakaran dan ledakan di pelabuhan Fujairah, menyebutnya sebagai ‘tidak berdasar sama sekali’, sekaligus menegaskan operasi berjalan normal.

2. Selat Hormuz dikenal sebagai wilayah hilir mudik kapal-kapal pengantar minyak

Fakta-fakta 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi  Rusak Akibat SabotaseAP Photo/Kamran Jebreili

Pemerintah Iran, melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Abbas Mousavi, menyatakan keprihatinan atas insiden tersebut dan potensi konsekuensinya. “Insiden di Laut Oman mengkhawatirkan dan patut disesalkan,” kata Mousavi dalam pernyataan berbahasa Inggris seperti dikutip dari AFP.

Selain itu, ia memperingatkan adanya konspirasi buatan pihak-pihak yang berkeinginan mengganggu keamanan regional. Mousavi turut menyerukan negara-negara Timur Tengah lainnya untuk meningkatkan kewaspadaan atas setiap tindakan oleh unsur-unsur asing.

Seperti diketahui, hampir seluruh ekspor minyak Arab Saudi, Irak, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar dan Iran sendiri dikirim melalui Selat Hormuz. Jumlahnya mencapai lebih dari 15 juta barel perhari.

3. Sabotase terjadi di tengah meningkatnya tensi hubungan antara Amerika Serikat dan Iran

Fakta-fakta 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi  Rusak Akibat SabotaseNavy Office of Information/AFP/Jeremiah Bartelt

Menanggapi pengaruh kejadian ini terhadap situasi regional, sekretaris jenderal Dewan Kerjasama Teluk (Gulf Cooperation Council) yang beranggotakan enam negara menggambarkan insiden di Laut Oman sebagai eskalasi serius.

“Tindakan tidak bertanggung jawab seperti itu akan meningkatkan ketegangan dan konflik di sekitar wilayah tersebut. Rakyat menghadapi bahaya besar,” pungkas Abdullatif bin Rashid al-Zayani. Pemerintah Bahrain, Mesir hingga Yaman turut mengecam keras dugaan sabotase itu.

Armada ke-5 Angkatan Laut AS, yang mengawasi wilayah tersebut, belum memberikan komentar. Sebelumnya, sebuah stasiun televisi Lebanon melaporkan telah terjadi serangkaian ledakan di area pelabuhan Fujairah. Informasi yang kemudian terbukti palsu tersebut kemudian tersebar secara luas di jaringan media massa Iran.