Ini Efek yang Bisa Terjadi Bila Perempuan Minum Obat Kuat

Sildenafil (dijual dengan merek dagang Viagra) adalah salah satu obat kuat paling populer untuk mengatasi impotensi (disfungsi ereksi) pada laki-laki. Banyak yang mengaku lebih puas dalam urusan bercinta setelah mengonsumsi obat kuat tersebut.

Obat kuat tersebut banyak diandalkan para kaum adam karena khasiatnya untuk memperbaiki gangguan fungsi seksual, seperti disfungsi ereksi.

Sildenafil pertama kali diciptakan pada tahun 1989 saat mencari pengobatan untuk nyeri dada yang berhubungan dengan jantung. Namun, karena efeknya lebih banyak terlihat pada pembuluh darah penis, sildenafil pun lantas dikenal sebagai obat kuat lelaki atau obat disfungsi ereksi.

Dari situ, produsen obat tersebut memutuskan untuk memasarkan sildenafil untuk mengatasi disfungsi ereksi. Ini dilakukan setelah dilakukan penelitian lebih lanjut yang memastikan manfaat obat tersebut.

Manfaat sildenafil bagi lelaki sudah terbukti. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa obat kuat yang umum dikonsumsi lelaki juga bisa membawa manfaat serupa pada perempuan.

Mungkin kamu penasaran, bagaimana jadinya bila perempuan mengonsumsi obat kuat? Apakah berbahaya? Adakah efek sampingnya? Bagaimana cara kerjanya? Simak penjelasannya berikut ini.

Ini Efek yang Bisa Terjadi Bila Perempuan Minum Obat Kuat

Melansir Mayo Clinic, perempuan bisa mengalami disfungsi seksual setiap masa kehidupan. Kondisi seksual yang melibatkan interaksi yang kompleks antara fisiologi, emosi, dan gaya hidup bisa memengaruhi gairah dan kepuasan seksual.

Masalah yang terjadi saat hormon dalam tubuh tidak seimbang, seperti saat kehamilan, setelah melahirkan, atau selama menopause bisa menyebabkan disfungsi seksual.

Beberapa faktor yang berkontribusi pada ketidakpuasan atau disfungsi seksual pada perempuan meliputi:

  • Fisik: sejumlah kondisi medis seperti kanker, gagal ginjal, multiple sclerosis, penyakit jantung, dan masalah kandung kemih bisa menyebabkan masalah seksual pada perempuan. Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti beberapa antidepresan, obat tekanan darah, antihistamin, dan obat kemoterapi dapat menurunkan hasrat seksual dan kemampuan untuk mengalami orgasme.
  • Psikologis: kondisi kesehatan mental juga akan memengaruhi hubungan seksual. Misanya sedang mengalami stres, kecemasan, kekhawatiran, masalah perkawinan, depresi, trauma, termasuk tingkat percaya diri yang rendah dan rasa malu.
  • Hormonal: ketidakseimbangan dan perubahan kadar hormon dapat menyebabkan disfungsi seksual. Misalnya saat hamil, setelah melahirkan, masa menyusui, dan masa menopause.
  • Gaya hidup: merokok, konsumsi alkohol, dan penyalahgunaan obat-obatan merupakan faktor penyebab disfungsi seksual, begitu juga dengan pola makan yang tidak sehat dan jarang berolahraga.
  • Hubungan dengan pasangan: ketidakharmonisan atau sedang ada konflik dengan pasangan dapat menurunkan gairah dan respons seksual perempuan.

2. Mengenal obat kuat untuk perempuan

Ini Efek yang Bisa Terjadi Bila Perempuan Minum Obat Kuat

Berdasarkan sebuah studi dalam jurnal Drug Design, Development and Therapy tahun 2014, sebanyak 40-45 persen perempuan mengalami disfungsi seksual dan tidak mendapat perhatian khusus.

Kabar baiknya, sejak tahun 2015, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah menyetujui penggunaan flibanserin (Addyi) sebagai obat kuat yang disebut-sebut bisa mengatasi gangguan gairah seksual pada perempuan, khususnya menjelang masa menopause (pramenopause).

Beberapa tahun kemudian, bertambah lagi obat kuat untuk perempuan yang disetujui penggunaannya oleh FDA, yaitu bremelanotide (Vyleesi).

Para peneliti berteori bahwa obat kuat tersebut memiliki efek yang sama seperti yang dialami lelaki ketika mengonsumsi jenis obat kuat. Viagra diyakini akan meningkatkan kadar oksida nitrat dalam tubuh untuk melancarkan aliran darah. Pada laki-laki, oksida nitrat ini akan meningkatkan aliran darah ke penis, sehingga dapat mempertahankan ereksi. Sementara itu, pada perempuan, oksida nitrat akan meningkatkan pasokan darah ke area vagina dan klitoris.

Melansir Medical News Today, diperlukan waktu hingga 8 minggu untuk melihat adanya peningkatan gairah seksual, meski sebagian penggunanya merasakan efeknya lebih cepat.

Bila flibanserin dapat dikonsumsi harian, bremelanotide merupakan obat yang disuntikkan ke tubuh sesuai dengan kebutuhan. Konsultasi dengan dokter diperlukan untuk penggunaan yang tepat dan menghindari efek samping yang tidak diinginkan.

Seperti halnya laki-laki yang menelan sildenafil sebelum berhubungan seks, perempuan bisa menyuntikkan bremelanotide di area perut atau paha setidaknya 45 menit sebelum bercinta. Efeknya bisa bertahan selama 24 jam dan penyuntikannya tidak boleh dilakukan lebih dari 8 kali dalam sebulan.

3. Potensi efek samping dan risikonya

Ini Efek yang Bisa Terjadi Bila Perempuan Minum Obat Kuat

Seiring bertambahnya usia dan pengaruh hormon, gairah seks perempuan memang bisa menurun. Apalagi bila sedang stres atau memiliki penyakit, misalnya diabetes.

Selain itu, perempuan juga diketahui memiliki fantasi seksual yang lebih sedikit dari lelaki. Alhasil, sebagian kaum hawa sulit untuk mempertahankan minat dalam aktivitas seksual.

BIla perempuan menggunakan obat kuat, kadar dopamin dan norepinefrin bisa meningkat, sehingga berefek pada peningkatan gairah seksual. Meski demikian, FDA hanya menyetujui penggunaan obat tersebut pada perempuan di masa pramenopause. Ibu hamil dan menyusui tidak disarankan untuk menggunakannya.

Melansir WebMD, orang-orang yang tidak boleh mengonsumsi obat-obatan tersebut adalah pasien penyakit hati, penyakit kardiovaskular, dalam pengobatan HIV, hepatitis C, atau tekanan darah tinggi yang tidak terkendal“Obat (kuat) tersebut juga dapat berinteraksi dengan beberapa obat lainnya yang biasa dikonsumsi perempuan, seperti flukonazol (Diflucan) yang merupakan obat infeksi jamur, dan beberapa antibiotik,” ujar Judith Volkar, MD, dari UPMC Magee-Womens Hospital, AS, kepada WebMD. “Jadi, baiknya ketahui apa obat yang sedang dikonsumsi dan konsultasikan dengan dokter terlebih dulu,” lanjutnya.

Perempuan yang mengonsumsi obat untuk mengatasi hilangnya gairah seks (hypoactive sexual desire disorder atau HSDD) juga tidak boleh minum alkohol 2 jam sebelumnya hingga keesokan paginya, karena dapat menurunkan tekanan darah sampai ke tingkat berbahaya.

Selain itu, obat untuk mengatasi HSDD pada perempuan juga diketahui memiliki potensi efek samping, meliputi:

  • Mual
  • Sakit kepala
  • Flushing (kulit memerah dan hangat)
  • Pusing dan pingsan
  • Kelelahan
  • Kulit kering
  • Bremelatonide dapat menyebabkan kulit dan gusi menggelap
Ini Efek yang Bisa Terjadi Bila Perempuan Minum Obat Kuat

Berdasarkan laporan dalam jurnal Drug Design, Development and Therapy tahun 2014, ada beberapa hal yang harus diperhatikan bila berbicara tentang perempuan dengan disfungsi seksual.

Pertama, tipe perempuan mana yang mungkin mengalami gangguan rangsangan seksual (female sexual arousal disorder atau FSAD)? Terutama pasien pascamenopause yang mengalami gangguan pelumasan dan pembengkakan secara fisiologis. Bahkan, beberapa faktor psikologis dan budaya karena penuaan harus dipertimbangkan saat menangani pasien lansia dengan kesulitan seksual.

Secara khusus, keberhasilan pengobatan dipengaruhi wawancara dengan pasangan secara mendetail. Wawancara tersebut harus menyediakan informasi tentang fungsi dan preferensi seksual pada kedua belah pihak pasangan. Jika tidak, semua langkah terapeutik bisa tidak bekerja secara efektif.

Kedua, walaupun mungkin obat kuat mudah didapat, tetapi itu tidak selalu merupakan solusi tepat. Faktanya, disfungsi seksual, sebagai penyakit kompleks, mungkin bergantung pada beberapa kondisi medis yang mendasari yang butuh diagnosis dan penanganan tepat.

Oleh karena itu, dokter umum harus mengecualikan perawatan dengan antidepresan kronis, prosedur pembedahan, atau radioterapi panggul dan memastikan adanya kemungkinan penyakit sistemis seperti gangguan endokrin, vaskular, dan neurologis. Dalam kasus ini, pasien harus dirujuk ke dokter spesialis yang sesuai (misalnya ahli endokrin, ahli bedah, ahli saraf, dan sebagainya).

Meski tidak ada ditemukan adanya penyakit sistemis, dokter umum harus mengusulkan konsultasi dengan ginekolog dan psikolog. Faktanya, FSAD objektif bisa jadi merupakan tanda dari berbagai gangguan ginekologi. Kurangnya pelumasan atau nyeri yang dirasakan saat berhubungan seks harus dibedakan dari penyebab dispareunia (nyeri pada organ intim yang menetap atau berulang saat penetrasi penis ke vagina) lainnya seperti endometriosis, sindrom vulvar vestibulitis, dan infeksi genital atau infeksi saluran kemih berulang.

Sebaliknya, respons fisik dengan berkurangnya keterlibatan emosional mungkin menandakan gangguan psikologis yang bisa ditangani dengan terapi perilaku kognitif atau terapi seks tradisional. Meski begitu, pada kebanyakan kasus, penyebab FSAD beragam dan sulit untuk diidentifikasi. Dengan demikian, gangguan seperti itu dapat berlangsung terus-menerus dan butuh penanganan berkelanjutan.

5. Cara alami untuk meningkatkan gairah seksual

Ini Efek yang Bisa Terjadi Bila Perempuan Minum Obat Kuat

Ketimbang minum obat kuat, ada, kok, berbagai cara alami yang bisa dicoba untuk mengembalikan atau meningkatkan gairah seksual. Melansir Healthline, beberapa cara tersebut di antaranya:

  • Konsumsi cokelat: menurut sebuah studi dalam South African Journal of Clinical Nutrition tahun 2008, cokelat dapat mendorong pelepasan phenylethylamine dan  serotonin dalam tubuh. Ini dapat menciptakan efek afrodisiak dan peningkatan suasana hati. Namun, menurut sebuah studi dalam The Journal of Sexual Medicine tahun 2006, efek cokelat terhadap gairah seksual cenderung bersifat psikologis daripada biologis.
  • Konsumsi buah-buahan tertentu: misalnya figs, pisang, dan alpukat dikatakan dapat membantu meningkatkan libido. Buah tersebut juga bisa menyediakan vitamin dan mineral yang dapat meningkatkan aliran darah ke area genital dan mempromosikan kehidupan seks yang sehat.
  • Meditasi: stres dan perasaan tertekan dapat memengaruhi gairah seks. Melansir  Harvard Health Publications, perempuan lebih rentan terganggu kehidupan seksualnya saat stres daripada laki-laki. Sebaliknya, laki-laki malah cenderung menggunakan seks untuk menghilangkan stres, yang biasanya berujung pada konflik. Coba redakan stres dengan meditasi atau ikut kelas yoga, atau kegiatan apa pun yang dapat mengurangi stres.
  • Tidur cukup: tidurlah setidaknya 7-8 jam tiap malamnya dan imbangi dengan pola makan tinggi protein dan rendah karbohidrat.
  • Bercinta di lokasi yang berbeda: rasa bosan juga bisa menjadi salah satu faktor berkurang atau hilangnya gairah seks. Ganti suasana mungkin bisa membantu. Daripada bercinta di kamar tidur, kamu bisa melakukannya di ruang tamu, ruang kerja, bahkan dapur!

Ketimbang buru-buru minum obat kuat, bicarakan dulu dari hati ke hati bila ada masalah dengan pasangan. Ini juga dapat membantu. Bila cara alami di atas tak juga mempan, baiknya konsultasikan dengan terapis pernikahan, dokter, atau ahli kejiwaan untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.