“Ini Nomor Saya, Kalau Ada Demo Kabari, Ya!”

Satu juta tujuh ratus ribu rupiah lebih uang yang dikumpulkan Bandum (59) dan Satiman (41) dari hasil penjualan tikar plastik yang ia jajakan dalam aksi demonstrasi Sidang PHPU di sekitar lokasi Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, pada Jumat (14/4) siang kemarin.

Ia untung kemarin. Bermodal Rp350 ribu, dalam sehari ini uang modal itu berlipat ganda. Ayah dan anak asal Rengasdengklok, Karawang ini, sudah berjualan di sekitar Gedung MK sedari Kamis (13/6) pukul 15.00. Mereka berkeliling dan menawarkan tikar seharga Rp10 ribu kepada aparat keamanan yang berjaga di sekitar Mahkamah Konstitusi (MK). Terkadang juga, mereka memberi harga Rp15 ribu untuk dua buah tikar demi memikat calon pembeli.

“Saya dari jam 3 sore kemarin di sini, kebanyakan yang beli Brimob dan tentara, mereka buat alas tidur,” kata Bandum, sambil menghitung uang penjualan tikar, kepada¬†IDN Times.

Momen-momen berkumpulnya massa seperti kemarin, bagi Bandum dan Satiman adalah peluang bisnis yang bagus. Kebutuhan alas tikar biasanya akan meningkat dalam momen tersebut. Bandum mengungkapkan, pertama kali ia berjualan tikar adalah saat demonstrasi massa kasus penistaan agama yang dilakukan oleh mantan Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Momen itu jadi awal idenya untuk selalu berjualan di momen berkumpulnya massa yang banyak, setelah sebelumnya hampir putus asa karena usaha jualan tikarnya hampir gulung tikar akibat larangan tak boleh berjualan di area Monas.

“Ya waktu itu sudah bingung, usaha sudah mati karena di Monas gak boleh jualan,” kata Bandum.

Kini, pria yang pada 2 Agustus nanti genap berumur 60 tahun itu, mengaku selalu melihat berita-berita yang berkaitan dengan berkumpulnya massa. Bagi dia, akan selalu ada rezeki di tengah berkumpulnya orang banyak.

“Dari zaman demo Ahok jualan tikar, sebelum ada demo-demo kaya 212, jualannya di Monas buat yang wisata, sekarang gak boleh di Monas. Sekarang kalau setiap demo pasti saya datang. Ini nomor saya, kabari kalau ada demo di Jakarta ya!” ujar Bandum yang mengaku kerap menjual Rp15 ribu untuk dua tikar jika ada yang menawar.