Jauh Sebelum Brasil Pindah Ibu Kota, Soekarno Sudah Pilih Brasilia

Duta Besar LBPP Indonesia untuk Brasil periode 2010-2015, Sudaryomo Hartosudarmo mengenang cara presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, dalam menentukan kantor kedutaan Indonesia di Brasilia yang kini menjadi ibu kota baru Brasil.

Hal itu diketahhui Sudaryomo dari arsip yang dia baca saat menjabat sebagai duta besar Indonesia untuk Brasil. Dia menyebut Brasil pada saat itu melakukan pemindahan ibu kota dari sebelumnya Rio de Jainero menjadi Brasilia.

1. Memilih kantor kedutaan dengan melempar koin

Jauh Sebelum Brasil Pindah Ibu Kota, Soekarno Sudah Pilih Brasiliaebay.com

Sudaryomo mengatakan, pada saat itu Soekarno diundang oleh Presiden Brasil periode 1956-1961 Juscelino Kubitschek de Oliveira untuk datang ke Brasilia. Orang nomor satu di Indonesia diminta untuk memilih kantor kedutaan negaranya di ibu kota baru Brasil tersebut.

Soekarno kemudian memenuhi permintaan tersebut. Sang proklamator kemudian meminta diterbangkan dengan helikopter di atas lahan kosong wilayah Brasilia. Selanjutnya, Soekarno melemparkan koin dan menjadikan tempat jatuhnya koin tersebut sebagai wilayah kantor kedutaan Republik Indonesia.

“Jadi ini kejadian beliau (Soekarno, red) memilih kediaman untuk duta besar Indonesia,” ujarnya di Forum Merdeka Barat 9, Jakarta, Rabu (10/7).

2. Pemindahan ibu kota dilakukan dalam waktu 2000 hari

Jauh Sebelum Brasil Pindah Ibu Kota, Soekarno Sudah Pilih BrasiliaIDN Times/Gregorius Aryodamar P

Sudaryomo juga memuji keberhasilan Kubitschek yang sukses melakukan pemindahan ibu kota hanya dalam waktu 2000 hari. Dirinya menilai Kubitschek mampu melakukannya di momentum yang tepat. ” Ini terjadi saat ekonomi Brasil tengah booming,” tuturnya.

Menurut dia, apa yang dilakukan Kubitschek merupakan mandat dari konstitusi. Sehingga, keinginan pemerintah Indonesia untuk melakukan pemindahan ibu kota juga merupakan amanat konstitusi.

3. Puji tata kota Brasilia

Jauh Sebelum Brasil Pindah Ibu Kota, Soekarno Sudah Pilih BrasiliaIDN Times/istimewa

Selama menjabat sebagai duta besar, Sudaryomo melihat langsung kondisi kota Brasilia. Dia memuji kota tersebut memiliki tata kelola kota yang baik. Bahkan, pemerintah Brasil mampu menempatkan bangunan-bangunan pemerintah dan bisnis di posisi strategis.

“Brasiia seperti badan pesawat, sayap untuk kawasan bisnis, badannya untuk pusat pemerintahan. Ini barangkali jadi efisien karena semua kementerian ada di istana. Istana di brasilia sangat sederhana dibanding Rio de Jainero. Jadi sekali lagi ini kota yang baik sekali dan direncanakan jauh-jauh hari,” tandasnya.