Kasus Pertama, Tentara AS Meninggal Akibat Virus Corona

Markas besar militer Pentagon melaporkan kenaikan drastis jumlah anggota militer Amerika Serikat yang terinfeksi Covid-19.

Salah satunya meninggal dan menjadi korban pertama dari kalangan militer AS.

Personel yang meninggal itu merupakan anggota Garda Nasional Militer New Jersey.

Ia dirawat di rumah sakit sejak 21 Maret dalam keadaan positif mengidap Covid-19. Korban meninggal pada Sabtu (28/3) lalu.

“Hari ini menjadi hari yang menyedihkan bagi Departemen Pertahanan sebab kami untuk pertama kalinya kehilangan anggota dinas Amerika akibat virus corona,” kata Menteri Pertahanan Mark Esper melalui pernyataan seperti dikutip Reuters, Selasa (31/3).

Esper tidak merinci identitas detail korban. “Ini kehilangan yang menyakitkan bagi komunitas militer kami dan kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, teman, rekan-rekan sipil dan seluruh komunitas Garda Nasional.”

Sebelumnya pada Senin, Pentagon mengungkapkan bahwa 568 personel militer positif mengidap virus corona. Angka itu naik dari 280 pada Kamis lalu.

1 Juta Warga AS Jalani Tes Corona

Sementara itu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Senin (30/3), mengatakan lebih dari satu juta warga Amerika sudah menjalani tes virus corona.

Ia mengingatkan masyarakat untuk terus melakukan social distancing hingga April guna mencegah penyebaran virus.

“Setiap dari kita memiliki peran untuk menang dalam perang ini. Setiap warga, keluarga, dan bisnis dapat membuat perbedaan dalam menghentikan virus.

Ini tugas patriotik kita bersama. Masa-masa sulit ada pada 30 hari ke depan dan 30 hari ini adalah masa yang sangat penting,” kata Trump kepada awak media di Gedung Putih seperti dikutip Reuters.

Trump menyebut jumlah tes tersebut sebagai tonggak sejarah. Menurutnya, AS mulai mendapatkan alat pelindung diri dari luar negeri.

“Kami akan memperoleh alat itu dari seluruh dunia dan kami juga akan mengirim sisanya yang tak terpakai ke negara lain,” katanya.

Trump mengaku dirinya baru saja berbicara dengan Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte dan bahwa Amerika Serikat akan mengirimkan pasokan medis yang tak dibutuhkan oleh AS untuk Italia senilai 100 juta dolar AS (sekitar Rp1,6 triliun).