Macan Kumbang Sering Berkeliaran di Gunung Papandayan, Wisatawan Diminta Waspada

Gunung Papandayan di Kabupaten Garut selalu ramai oleh wisatawan.

Namun di balik keindahan alamnya, kawasan wisata yang dikelola PT AIL ini juga menjadi habitat macan kumbang.

Pegiat lingkungan Garut dari Jenggala, Agus atau biasa dipanggil Keling, menyebut jauh sebelum dikelola PT AIL, sering menemukan jejak macan kumbang bahkan harimau di sejumlah lokasi.

“Terakhir rekan saya merekam sepasang macan kumbang, di mana yang betinanya terlihat sedang hamil. Mungkin sekarang sudah beranak.

Tapi kalau melihat jejak, jumlah macan kumbang ini masih banyak dan sering melewati sejumlah lokasi di kawasan Papandayan,” ujarnya, Senin (17/6).

Ia menyebut, kawasan Papandayan yang sering dilewati macan kumbang dan hewan buas lainnya adalah pabrik belerang, Lawang Angin, Tegal Alun, Tegal Bungbrun (Pondok Saladah) Guberhut, Gunung Puyang, Tegal Panjang, hingga kawasan Kamojang.

Di antara lokasi tersebut menurutnya ada yang sering digunakan pendaki menjadi lokasi camping.

“Karena itu pendaki yang biasa mendirikan tenda di tempat-tempat itu agar waspada, jangan lengah karena tidak tahu kapan macan kumbang akan melalui jalur itu.

Kalau penasaran silakan saja coba, nyalakan unggun sambil bakar ayam dan jangan dimatikan apinya. Kemungkinan pasti akan mendekat,” ungkapnya.

Dalam waktu dekat, lanjut Agus, ia bersama rekannya akan memasang kamera trap di Tegal Panjang untuk mengetahui aktivitas macan kumbang dan hewan buas lain.

“Karena berdasarkan informasi memang masih ada harimau. Itu dilihat dari jejak kakinya yang sebesar piring kaleng,” ucapnya.

Selain macan kumbang dan harimau, disebut Agus ada juga aktivitas macan tutul di sekitar kawasan Papandayan.

Oleh karena itu ia meminta agar pengelola TWA Papandayan untuk selalu mengingatkan pewisata.

“Untuk pewisata juga harus hati-hati. Kalau melihat bekas cakaran di pohon, kemungkinan besar itu adalah tempat utama si hewan,” bebernya.