Otoritas Arab Saudi Bubarkan Pembukaan ‘Kelab Malam Pertama’ di Jeddah

Otoritas di Arab Saudi membubarkan acara pembukaan tempat yang diklaim adalah kelab malam di Jeddah pada tanggal 13 Juni lalu.

Dikutip dari laman VOA Indonesia, Minggu (16/6) menurut laporan media Arab Saudi, kelab malam populer itu berbasis di Timur Tengah yang dikenal sebagai “White”.

Pihak White diklaim membuka cabangnya di Jeddah pada Kamis lalu, tetapi tempat itu akan bebas alkohol sesuai hukum Islam di negara itu. Otoritas Hiburan Umum Arab Saudi (GEA) membantah telah memberi izin yang diperlukan untuk pembukaan tempat itu.

Dalam pernyataan yang dipasang pada akun Twitter resminya, GEA mengumumkan, diluncurkannya investigasi segera terhadap video yang beredar online yang konon menunjukkan pelanggan di dalam kelab itu. Kebenaran video itu belum bisa dikukuhkan.

Namun disebutkan kelab malam itu akan bersifat sementara, hanya beroperasi satu bulan sebagai bagian dari festival yang berlangsung di seluruh kota tersebut untuk meningkatkan pariwisata dan pengeluaran domestik.

Sebelumnya, Kelab serupa sebelumnya dibuka di Dubai dan Beirut. Tak dijual minuman beralkohol seperti lazimnya kelab malam di negara lain.

Kelab malam itu direncanakan dibuka mulai pukul 10 malam hingga 3 pagi. Sementara harga tiket untuk pertunjukan perdana berkisar antara 500-1.000 riyal.

Pembukaan kelab malam itu menuai reaksi beragam di media sosial. Ada yang menyambut dan menganggapnya sebagai bagian rencana mereformasi kerajaan yang dijalankan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Namun ada juga yang menolaknya dan dianggap melanggar nilai-nilai Syariat Islam di Arab Saudi.