Para Klub Juara Liga Europa yang Gagal di Liga Champions, Kutukan?

1226015082jpg-cc9bca0267f73d3b7cf80883f1abaf47_600x400

Serbaberita – Berakhir sudah petualang Chelsea di Liga Champions 2019-2020. Berstatus Juara Bertahan Liga Europa, Chelsea tak berdaya menghadapi keperkasaan Bayern Munchen. Chelsea harus rela tersingkir dengan keunggulan agregat 7-1. Kegagalan Chelsea mengatasi hadangan Bayern telah memperpanjang kutukan para juara Liga Europa. Sejak musim 2015-2016 kiprah klub-klub ini gagal melangkah jauh pada musim berikutnya di pergelaran Liga Champions.

Para juara bertahan Liga Europa selalu tereliminasi saat memasuki babak 16 besar Liga Champions. Lantas siapa saja klub yang merasakan kutukan ini? Berikut Para Pemenang Liga Europa yang pada musim berikutnya, kiprah klub ini terhenti pada babak 16 Besar Liga Champions.

1. Sevilla 2016-2017

Para Klub Juara Liga Europa yang Gagal di Liga Champions, Kutukan?

Sevilla mengarungi Liga Champions 2016-2017 berkat keberhasilan menjuarai Liga Europa 2015-2016. Sevilla memenangi duel sengit dengan Liverpool dengan skor Akhir 3-1. Atas keberhasilan ini, Sevilla berhak untuk berlaga di Liga Champions.

Berada satu grup dengan Juventus, Lyon, dan Dynamo Zagreb, membuat Sevilla sedikit diunggulkan untuk melaju bersama Juventus. Benar saja, Sevilla sanggup lolos dengan menempati peringkat dua fase grup di bawah Juventus.

Berdasarkan hasil drawing 16 besar, Sevilla bertemu tim kuda hitam asal inggris “Leicester.” Di atas kertas, Sevilla sedikit diunggulkan untuk melaju. Menjamu Leicester, Sevilla sanggup mengatasi perlawanan Leicester dengan skor 2-1. Namun, saat bertandang ke Leicester, Sevilla takluk dengan skor 0-2. Leicester berhak melaju pada babak perempat final dengan keunggulan agregat 3-2.

2. Manchester United 2017-2018

Para Klub Juara Liga Europa yang Gagal di Liga Champions, Kutukan?

Manchester United memang gagal mengamankan posisi empat besar Liga Inggris untuk berlaga di Liga Champions 2017-2018. Namun, berkat keberhasilan mereka menjadi kampiun Liga Europa 2016-2017, MU dapat berlaga di Liga Champions.

Pada fase grup, MU sanggup mengatasi perlawanan dari Basel, CSKA Moscow, dan Benfica. MU memenangi lima dari enam pertandingan atas lawan-lawannya tersebut. MU memimpin klasemen fase grup dengan 15 point.

Pada saat pengundian, MU dipertemukan dengan Sevilla. Melihat materi pemain yang ada, MU sedikit diunggulkan untuk melaju. Pada Leg pertama, MU sanggup menahan imbang Sevilla dengan skor akhir 0-0. Berkat hasil imbang ini, hanya kemenangan lah yang dapat meloloskan MU ke fase selanjutnya.

Alih-alih meraih kemenangan, MU justru tersungkur di kandangnya dengan skor akhir 1-2. MU harus merelakan tiket perempat final untuk Sevilla berkat keunggulan agregat 2-1.

3. Atletico Madrid 2018-2019

Para Klub Juara Liga Europa yang Gagal di Liga Champions, Kutukan?

Kutukan kali ini datang untuk Atletico Madrid. Atletico mengarungi Liga Champions berkat menjuarai Liga Europa 2017-2018 walau pada kompetisi domestik sanggup finish peringkat kedua di bawah Barcelona. Berkat Pencapaian musim lalu ini, Atletico mengarungi Liga Champions dengan penuh percaya diri.

Pada Fase Grup, Atletico tergabung dengan Dortmund, Brugge, dan Monaco. Diatas kertas Dortmund dan Atletico diunggulkan untuk lolos ke fase knockout. Atletico mengakhiri fase grup dengan finish di bawah Dortmund. Perolehan poin keduanya pun sebenarnya sama, 13. Namun, Dortmund berhak memimpin klasemen berkat keunggulan head to head atas Atletico.

Memasuki babak 16 besar Atletico dipertemukan dengan Juventus. Menjamu Juventus, Atletico sanggup mengatasi perlawanan Juventus dengan keunggulan 2-0. Namun, giliran dijamu Juventus, Atletico justru tersungkur dengan skor telak 0-3 berkat hattrick gol Ronaldo. Keunggulan agregat 3-2 untuk Juventus. Atletico harus menyudahi petualangan mereka di Liga Champions.

Atletico memperpanjang catatan buruk para juara bertahan Liga Europa yang tereliminasi di babak 16 besar Liga Champions.

4. Chelsea 2019-2020

Para Klub Juara Liga Europa yang Gagal di Liga Champions, Kutukan?

Kutukan para juara Liga Europa terus berlanjut. Kali ini, giliran Chelsea yang menjadi korbannya. Pada musim 2018-2019 Chelsea sanggup memenangi Liga Europa berkat mengatasi perlawanan Arsenal dengan skor 4-1. Pada musim itu juga Chelsea juga sanggup finish peringkat tiga di kompetisi domestiknya.

Pada pengundian Liga Champions, Chelsea segrup dengan Ajax, Lille dan Valencia. Chelsea justru harus bersaing ketat dengan Valencia dan Ajax untuk merebut tiket ke 16 besar. Pada akhirnya Chelsea menutup fase grup dengan berada di peringkat dua di bawah Valencia.

Berada di peringkat kedua membuat Chelsea berpotensi dipertemukan dengan tim-tim kuat. Benar saja, Chelsea dipertemukan tim kuat asal jerman, Bayern Munchen. Di atas kertas, Bayern lebih dijagokan untuk melaju. Hal ini tak terlepas dari performa Bayern saat berada pada fase grup.

Chelsea tak sanggup mengatasi perlawanan Bayern. Menjamu Bayern, Chelsea takluk dengan skor telak 0-3. Giliran bertamu, Bayern sekali lagi menunjukan keperkasaannya. Bayern menutup pertandingan dengan skor akhir 4-1. Keunggulan Agregat 7-1 untuk Bayern. Chelsea gagal mematahkan catatan buruk para juara bertahan Liga Europa yang tereliminasi di babak 16 besar Liga Champions.

Melihat anomali diatas, sejatinya ini bukan merupakan kabar baik bagi tim-tim yang berusaha memenangkan kompetisi Liga Europa. Sebut saja, Manchester United dan Inter Milan yang berusaha memburu trofi pertamanya musim ini.

Akankah tim-tim yang memenangkan Liga Europa 2020 dapat mematahkan kutukan tersebut?