Perempuan Chile Nyanyikan Lagu Khusus Untukmu Para Pemerkosa

Ribuan perempuan Chile mempersembahkan penampilan epik di jalanan kota Santiago sejak akhir bulan November untuk memprotes kekerasan seksual yang mereka dan perempuan di seluruh dunia alami. Mereka menyanyikan lagu berjudul “A Rapist in Your Path” sambil menutup mata mereka dengan kain hitam.

Foto-foto dan video-video mereka pun viral di media sosial. Ini menularkan protes serupa di beberapa negara Amerika Latin dan Eropa. Awalnya, nyanyian tersebut adalah bagian dari aksi unjuk rasa nasional untuk memprotes pemerintah atas ketidakadilan sosial di Chile yang memasuki bulan kedua.

1. Lirik “A Rapist in Your Path” berisi kritikan terhadap sistem patriarki

https://www.youtube.com/embed/aB7r6hdo3W4

Para perempuan yang turun ke jalan tidak sekadar bernyanyi. Mereka juga memperagakan sejumlah gerakan, salah satunya mengangkat jari telunjuk sebagai simbol menuding siapa pelaku kekerasan yang membuat mereka menjadi korban selama ini.

Menurut Latin America Post, lirik berbahasa Spanyol itu berisi kritikan terhadap sistem patriarki yang dilanggengkan oleh para penguasa, termasuk seorang Presiden. “Patriarki adalah seorang hakim yang menghakimi kami karena telah lahir dan hukuman terhadap kami adalah kekerasan yang  tak kalian lihat,” bunyi lirik lagu itu.

“Impunitas untuk pembunuhku. Ini penghilangan. Ini pemerkosaan. Dan ini  bukan salahku atau sedang berada di mana diriku atau bagaimana caraku berpakaian. Dan ini bukan salahku atau sedang berada di mana diriku atau bagaimana caraku berpakaian. Pemerkosa itu kamu. Pemerkosa itu kamu. Para hakim. Negara. Presiden.”

2. Para penciptanya menarget beragam institusi yang meneruskan narasi menyalahkan perempuan

Perempuan Chile Nyanyikan Lagu Khusus Untukmu Para PemerkosaAktivis hak perempuan dan warga melakukan unjuk rasa menentang kekerasan terhadap wanita dan anti pemerintah di Santiago, Chile, pada 4 Desember 2019. ANTARA FOTO/REUTERS/Pablo Sanhueza

Dafne Valdés, Paula Cometa, Sibila Sotomayor dan Lea Cáceres adalah empat feminis Chile yang menciptakan lagu tersebut. Kepada media setempat bernama Interferencia, Sotomayor mengatakan ada beberapa “institusi berbeda yang menjadi bagian [dari sistem patriarki]” dan menjadi target lagu itu.

Salah satunya adalah media, yang menurutnya, “di banyak peristiwa justru menyalahkan para korban, memberikan waktu untuk berkata seolah-olah perempuan layak mendapatkannya, seakan-akan dia memancing sebab dia memakai pakaian tertentu, sebab dia mabuk atau karena dia punya masalah psikologis”.

3. Aksi yang sama menjalar ke berbagai negara

Perempuan Chile Nyanyikan Lagu Khusus Untukmu Para PemerkosaAktivis hak asasi perempuan dan warga memakai masker saat aksi protes menentang kekerasan terhadap wanita dan pemerintah di Santiago, Chile, pada 4 Desember 2019. ANTARA FOTO/REUTERS/Ivan Alvarado

Apa yang dirasakan perempuan di Chile juga dialami oleh perempuan di berbagai negara. Oleh karena itu, tak heran bila nyanyian protes itu kemudian diadopsi oleh para aktivis hak perempuan mulai dari Amerika Latin sampai Eropa. Tagar #UnVioladorEnTuCamino yang merupakan judul lagu asli “A Rapist in Your Path” pun sempat menjadi trending topic.

Di media sosial bisa ditemukan video-video aksi yang berlokasi di Meksiko, Panama, Kanada, Inggris, Prancis sampai Italia. Mereka menuntut hal yang sama. “Kami yang membesarkan anak-anak. Maka seharusnya ada hukuman yang jelas dan tegas terhadap para pelaku,” tulis seorang netizen.