Ribuan Perempuan Korea Utara Dijadikan Budak Seks di Tiongkok

Kelompok Hak Asasi Manusia di London, Inggris mencatat bahwa sebanyak ribuan perempuan Korea Utara menjadi budak seks di Tiongkok. Salah satu dari mereka menceritakan pengalamannya dan mengakui telah diperlakukan dengan buruk. Bagaimana awal ceritanya?

1. Mereka dikirim ke Tiongkok untuk melepaskan diri dari kemiskinan

Ribuan Perempuan Korea Utara Dijadikan Budak Seks di Tiongkoktelegraph.co.uk

Dilansir dari Reuters, sebanyak ribuan perempuan Korea Utara telah diperdagangkan sebagai budak seks di Tiongkok ketika mereka sedang berusaha melepaskan diri dari kemiskinan dan penindasan di tanah air mereka. Eksploitasi seksual ribuan perempuan Korea Utara telah menghasilkan setidaknya 105 juta dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp1,52 triliun dalam laba tahunan.

“Para korban dilacurkan hanya dengan 30 yuan atau setara dengan Rp63 ribu, dijual sebagai istri hanya dengan 1.000 yuan atau setara dengan Rp2,09 juta, serta diperdagangkan ke sarang cybersex untuk dieksploitasi oleh audiens online global. Banyak yang dijual lebih dari satu kali dan dipaksa menjadi setidaknya satu bentuk perbudakan seksual dalam setahun setelah meninggalkan tanah air mereka,” ungkap pernyataan dari Yoon Hee-Soon dalam mengutip laporan yang dimilikinya seperti yang dikutip dari Reuters.

2. Tak hanya diperdagangkan, mereka juga dipaksa nikah dengan orang-orang Tiongkok

Ribuan Perempuan Korea Utara Dijadikan Budak Seks di Tiongkokblazingcatfur.ca

Diperkirakan sekitar 60 persen perempuan Korea Utara di Tiongkok telah diperdagangkan ke dalam bentuk perdagangan seks, sedangkan sisanya ada yang dipaksa nikah dengan orang-orang Tiongkok dan dijual melalui cybersex. Sebagian besar dari perempuan Korea Utara telah ditempatkan di rumah-rumah bordil di berbagai distrik timur laut Tiongkok dengan populasi pekerja migran yang besar.

Salah seorang wanita bernama Pyon dari kota Chongjin, Korea Utara, menceritakan kisah menyedihkan selama di Tiongkok. “Saya dijual ke rumah bordil bersama 6 wanita Korea Utara lainnya di sebuah hotel. Kami tidak diberi banyak makanan dan diperlakukan dengan buruk.

“Setelah delapan bulan, setengah dari kami dijual lagi. Para broker telah melakukan hal buruk kepada saya. Ketika saya tiba di rumah bordil yang baru, saya mengalami memar di tubuh saya.

“Sang broker dipukuli kemudian ditusuk di kaki oleh beberapa anggota geng,” ungkap pengakuan dari Pyon yang menceritakan pengalamannya saat di Tiongkok seperti yang dikutip dari BBC. Seorang wanita lainnya bernama Kim menuturkan bahwa banyak sekali para pengusaha di Korea Selatan yang menginginkan para perempuan dari Korea Utara dan ia sendiri pernah bertemu dengan salah satu dari mereka.

“Perusahaan Korea Selatan menginginkan perempuan Korea Utara untuk pengusaha mereka. Pelacuran adalah pengalaman pertama saya bertemu dengan orang Korea Selatan,” ungkap pernyataan dari Kim yang dikutip dari BBC.

3. Wakil Ketua Parlemen Inggris di Korea Utara menyebut investigasi ini telah dilakukan selama 2 tahun

Ribuan Perempuan Korea Utara Dijadikan Budak Seks di Tiongkoktelegraph.co.uk

Wakil Ketua Parlemen Inggris di Korea Utara, David Alton, mengatakan penemuan pelecehan yang terjadi menimpa para perempuan Korea Utara ini telah diinvestigasi selama 2 tahun terakhir ini dan dianggap sebagai penemuan mengerikan. Ia mengatakan perdagangan perempuan Korea Utara terkait dengan kebijakan satu anak satu keluarga yang diterapkan oleh pemerintah Tiongkok.

Seorang korban perdagangan manusia, yang dipulangkan 3 kali sebelum akhirnya kabur ke Korea Selatan, mengatakan bagaimana wanita hamil yang dikirim kembali ke Korea Utara dipaksa menjalani aborsi. Wanita itu mengatakan ia dikirim ke kamp konsentrasi di mana seorang dokter merobek bayinya dari tubuhnya tanpa menggunakan obat bius.

Inisiatif Masa Depan Korea yang berbasis di London mendesak semua negara untuk membantu Korea Utara di Tiongkok melarikan diri dan mengatakan pihak kedutaan harus menerima pencari suaka sebagai pengungsi.