Seorang Perempuan di India Dikurung Suami di Toilet Selama Setahun

Seorang perempuan 33 tahun dikurung suaminya di toilet di rumah mereka selama setahun diselamatkan petugas unit perlindungan di negara bagian Haryana, India utara.

Sejumlah video dan foto menunjukkan perempuan tersebut dalam kondisi kurang gizi dan lusuh saat dikeluarkan dari atap toilet di kota Panipat pada Selasa.

Kepada The Independent, petugas unit Perlindungan Perempuan dan Pelarangan Pernikahan Anak yang melakukan penyelamatan mengatakan “sepertinya dia tidak pernah makan apapun selama berhari-hari”.

“Saya menerima informasi rahasia bahwa seorang perempuan dikurung di toilet selama lebih dari setahun.

Ketika kami sampai di sana, kami menemukan itu benar,” kata petugas Rajni Gupta, dilansir The Independent, Jumat (16/10).

Suami perempuan itu didakwa oleh polisi setempat atas tuduhan kekerasan dalam rumah tangga, tetapi saat ini dibebaskan dengan jaminan setelah sidang pengadilan sehari setelah operasi penyelamatan.

Dia membantah tuduhan itu, mengatakan kepada The Independent bahwa istrinya tidak sehat.

“Dia tidak stabil secara mental. Saya biasa memintanya untuk duduk di luar tetapi dia sendiri yang mau duduk di toilet.

Kami sudah membawanya ke dokter tapi kondisinya tidak ada perbaikan,” klaimnya.

Petugas polisi setempat sejauh ini belum menemukan dokumen medis yang mendukung klaim suaminya.

“Disebutkan dia secara mental tidak stabil, tetapi kami tidak dapat memastikannya saat ini.

Keluarga tersebut sejauh ini belum memberikan catatan medis yang mendukung pernyataan tersebut dan para penyelidik masih menyelidikinya,” jelas Gupta.

Gupta menambahkan, para penyelidik sedang mencari pendapat medis tetapi mereka belum memiliki laporan akhir.

“Meski begitu, tidak dapat dipungkiri jika seseorang dikurung di toilet selama lebih dari setahun, pasti akan berdampak buruk bagi kesehatan mental,” ujarnya.

Perempuan itu sekarang tinggal bersama sepupunya, para pejabat juga mengkhawatirkan ketiga anaknya, yang saat ini tinggal bersama ayah mereka.

“Kami mencoba mencari tahu mengapa anak-anak tidak memberikan peringatan atau keluhan tentang perilaku ayah mereka kepada anggota keluarga lain atau badan administratif mana pun.

Oleh karena itu, kami melakukan konseling melalui Komite Kesejahteraan Anak,” jelas Gupta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *