Setelah 16 Tahun Buron, Pemimpin Basque Eta Ditangkap di Perancis

Pemimpin Basque Eta, Josu Ternera, akhirnya ditangkap kepolisian Perancis setelah namanya menjadi buronan selama 17 tahun terakhir ini. Tahun 2002 merupakan tahun terakhir kali pemimpin Basque ini muncul di depan publik. Apa kasus yang dihadapinya?

1. Ia terlibat dalam beberapa kasus pembunuhan saat itu

Setelah 16 Tahun Buron, Pemimpin Basque Eta Ditangkap di Perancistwitter.com/njslea

Dilansir dari The Guardian, pemimpin kelompok separatis Basque Eta telah ditangkap di Perancis pada hari Kamis, 16 Mei 2019, waktu setempat setelah menghabiskan waktu selama 16 tahun lebih menjadi buronan. Hal ini sendiri diungkapkan oleh pemerintahan Spanyol di hari yang sama. Ia dicari oleh pihak berwenang Spanyol sejak bulan November 2002, ketika dia gagal muncul di pengadilan sehubungan dengan serangan terhadap barak polisi di kota utara Zaragoza pada tahun 1987 yang menewaskan 11 orang, termasuk 6 orang anak.

Ia dituduh atas beberapa kasus pembunuhan saat menjadi pemimpin kelompok separatis Basque Eta. Kelompok ini telah melakukan kampanye kekerasan untuk memerdekakan Basque selama lebih dari 40 tahun. Kementerian Dalam Negeri Spanyol mengatakan Ternera telah ditahan pada dinihari di Sallanches, Pengunungan Alpen, Perancis, setelah adanya operasi penangkapan bersama Guardia Civil dan Direktorat Jenderal Keamanan Dalam Negeri (DGSI) Perancis.

“Teroris telah tinggal di dekat Saint-Gervais-les-Bains, daerah yang sangat populer dengan mereka yang berlatih olahraga musim dingin. Kota ini terletak sangat dekat dengan perbatasan antara Prancis, Swiss, dan Italia,” ungkap pernyataan dari Kementerian Dalam Negeri Perancis seperti yang dikutip dari The Guardian.

2. Plt Perdana Menteri Spanyol menilai penangkapan ini bukti efektivitas kerja sama Perancis dan Spanyol

Setelah 16 Tahun Buron, Pemimpin Basque Eta Ditangkap di Perancistwitter.com/TheUrbanNewz

Kementerian Dalam Negeri Spanyol mengatakan perburuan Ternera ini dikenal dengan “Operation Stolen Childhood” yang telah mengikuti banyak petunjuk untuk melacak ke Pengunungan Alpen, Perancis. “Operasi bersama antara Guardia Civil dan DGSI menunjukkan komitmen kami untuk memerangi terorisme dan menebus kesalahan semua korbannya.

“Upaya yang dilakukan untuk menemukan dan menangkap Josu Ternera juga dilakukan untuk memburu teroris lain yang melarikan diri dari keadilan, itulah sebabnya pemerintah tetap berhubungan dengan pasukan polisi dan agen intelijen negara ketiga,” ungkap pernyataan tambahan dari Kementerian Dalam Negeri Spanyol yang dikutip dari The Guardian.

Plt Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, mengatakan operasi penangkapan ini bukti efektivitas kerja sama Perancis dengan Spanyol. “Saya ingin mengakui upaya Guardia Civil dan dinas intelijen Prancis, DGSI, dalam menangkap pemimpin Eta Josu Ternera di Prancis. Dan hari ini, lebih dari sebelumnya, saya mengirim pelukan besar kepada para korban terorisme,” ungkap pernyataan dari Pedro Sanchez usai penangkapan Josu Ternera seperti yang dikutip dari The Guardian.

3. Beberapa korban kelompok Basque Eta menyambut baik kabar ini

Setelah 16 Tahun Buron, Pemimpin Basque Eta Ditangkap di Perancistwitter.com/ecorepublicano

Kelompok korban dari kelompok Basque Eta, Convite, menyambut kabar baik penangkapan Josu Ternera. “Kami telah menghabiskan waktu bertahun-tahun menyerukan dinas keamanan negara untuk membubarkan Eta. Ini adalah berita yang sangat bagus dan kami berharap penangkapan Josu Ternera akan diikuti oleh penahanan anggota kelompok teroris lain yang telah melarikan diri dan masih harus menghadapi keadilan Spanyol,” ungkap pimpinan Convite, Consuelo Ordonez, seperti yang dikutip dari The Guardian.

Basque Eta didirikan sebagai organisasi budaya pada tahun 1959 ketika wilayah itu ditekan secara brutal di bawah kediktatoran Franco. Tujuannya adalah untuk mendirikan negara Basque yang independen di Spanyol Utara dan Prancis Selatan. Dibutuhkan perjuangan bersenjata pada dekade berikutnya dan, antara tahun 1968 dan 2010, kelompok itu membunuh 829 orang, hampir setengah dari mereka warga sipil, dalam pemboman dan penembakan.

Pada bulan April 2018, kelompok Basque Eta secara resmi menyatakan permintaan maafnya atas tindakannya selama ini dan menerima bahwa itu memikul tanggung jawab langsung selama bertahun-tahun atas jatuhnya para korban.