Setelah Thailand, Agustus Nanti Nissan Lieaf juga Dirilis di Australia, Indonesia Kapan Ya?

SerbaberitaNissan Leaf bermesin listrik besutan merek Jepang itu akhirnya rilis di Australia.

Hatchback dari Nissan ini direncanakan bisa mulai dipesan mulai 1 Agustus mendatang.

Harga dari Nissan ini pun dipatok pada 49.990 Dollar Australia atau sekitar Rp 490 jutaan (kurs 1 Dollar Asutralia = Rp 9.704)

Untuk pilihan warna yang disediakan ada enam pilihan warna yaitu: Arctic White, Ivory Pearl, Magnetic Red, Pearl Black, Platinum, and Gun Metallic.

Nissan Leaf yang akan beredar di Australia ini memiliki spesifikasi yang sama dengan negara-negara lain.

Berbekal baterai 40 kWh, motor listrik dari mobil baru Nissan ini dapat menghasilkan tenaga 147 dk dan torsi 320 Nm.

Nissan Leaf ini nantinya akan dapat melaju sejauh 270 km dalam kondisi baterai penuh.

Daya jelajah ini dirasa cukup jika dilihat dari rata-rata jarak yang ditempuh pengguna mobil di Australia yakni 38 km per hari.

Tak jauh berbeda dengan Indonesia, di Australia sendiri sebenarnya terdapat kendala akan minimnya stasiun penge-charge-an baterai untuk mobil listrik.

Maka dari itu Nissan menjalin kerjasama dengan JET Charge and Chargefox, yang kedepannya akan mendirikan lebih dari 100 stasiun pengisian daya fast charging DC sampai akhir tahun.

Pendirian stasiun pengisian daya itu pun akan disebar di seluruh bagian negara Australia.

Sebelum Australia, Nisaan Leaf ini juga sudah dirilis di Thailand lo.

Kira-kira Nissan Leaf bakal masuk ke Indonesia juga enggak ya?

Yutaka Sanada, Regional Senior Vice President and Head of Asia & Oceania, saat ditemui GridOto.com beberapa waktu lalu mengatakan ingin memimpin upaya untuk mendorong kesadaran dan mewujudkan mobilitas yang terelektrifikasi di Asia dan Oceania.

Dengan keinginan menjadi yang terdepan dalam kendaraan listrik, Nissan ingin buru-buru menebar jaring di pasar kendaraan berbasis listrik.

“Kami menciptakan antisipasi dengan membawa New Nissan Leaf ke semakin banyak pasar di kawasan ini,” tambahnya.

Menilik minimnya stasiun pengisian daya di Indonesia, sepertinya pihak Nissan masih punya PR nih.