Siswa SMP di Pekanbaru Dianiaya Teman Hingga Masuk Rumah Sakit

Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama di Pekanbaru mengalami trauma akibat di-bully teman-temannya. Cerita itu viral di media sosial Facebook, hingga menjadi perbincangan hangat masyarakat. Bahkan persoalan perundungan itu dilaporkan ke pihak kepolisian.

 

“Iya benar, sudah ada laporannya. Sekarang dalam penyelidikan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Pekanbaru,” ujar Kasubag Humas Polresta Pekanbaru Ipda Budhia Diandha, Jumat (8/11).

 

Merdeka.com menelusuri kasus tersebut di media sodial Facebook. Cerita itu diposting akun Facebook Rani Chambas, Kamis (7/11) pukul 10.31 WIB.

 

Korban diduga mengalami pengeroyokan sampai tulang hidung patah. Kejadian tersebut terjadi di dalam kelas pada tanggal 5 November 2019. Saat kejadian, diduga guru juga berada di TKP.

 

Posting-an itu disertai dua foto korban yang sedang dirawat di rumah sakit. Pada wajah korban tampak diperban.

 

Postingan tersebut mendapat tanggapan atau komentar yang beragam dari netizen. Ada yang menyalahkan guru hingga pihak sekolah.

Kasus Terbongkar Setelah Korban Cerita ke Tante

 

Salah satu akun Facebook yang tertulis berprofesi sebagai dokter, Lala Ila Mila, membagikan cerita tentang korban. Dia mengaku korban bully itu adalah anaknya.

 

Dalam tulisannya, Lala bercerita bahwa kejadian bully terhadap anakya terjadi di jam sekolah, saat guru memberikan pelajaran.

 

Salah satu siswa berinisial M tiba-tiba mendatangi dan meninju korban. Kemudian korban yang mengaku tidak merasakan sakit, kembali mendapat bully. Kali ini giliran M menyuruh pelajar lain untuk memukuli korban. Bahkan guru yang mengetahui peristiwa tersebut, diduga menyuruh korban agar tidak bercerita kejadian yang sebenarnya. Kasus ini terungkap setelah korban akhirnya bercerita kepada tantenya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *