Terduga Pembunuh Wanita yang Tewas Terikat di Kaltim Dibekuk di Kalteng

Tim gabungan Jatanras Polda Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah, menangkap seorang pria, terduga pembunuh seorang wanita, F (25), yang ditemukan tewas mengenaskan dengan tangan terikat, Rabu (21/10) di Berau,

Kalimantan Timur. Terduga pelaku itu dibekuk Kalimantan Tengah.

Keterangan diperoleh merdeka.com, pria terduga pelaku pembunuhan itu dibekuk di kabupaten Sampit, di Kalimantan Tengah, hari ini.

“Ya, benar (diamankan) hari ini, oleh tim Reskrim Polres Berau, Jatanras Polda Kalteng dan Polda Kaltim, di Kalimantan Tengah,” kata Kasat Reskrim Polres Berau AKP Rido Doli Kristian, dikonfirmasi merdeka.com, Senin (26/10) sore.

Pria itu, lanjut Rido, sementara ini masih diperiksa intensif untuk mendalami keterangannya. “Masih didalami.

Apabila benar (pria itu diduga membunuh wanita F), nanti akan disampaikan Pak Kapolres Berau,” ujar Rido.

“Sementara pria ini masih diamankan di Kalteng, dan rencananya akan dibawa ke Berau. Ya, diamankan hari ini,” sebut Rido menegaskan kembali.

Terduga pelaku bernama Ricky (34) diketahui sebagai warga Gunung Panjang, Kecamatan Tanjung Redeb, Berau.

Polisi mengamankan 3 unit telepon selular yang dibawa Ricky. Diduga, salah satunya adalah ponsel milik korban.

Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah Kombes Pol Hendra Rochmawan membenarkan penangkapan terduga pelaku Ricky Ashary, di wilayah hukum Polda Kalimantan Tengah.

“Iya benar, ada penangkapan tersangka pembunuhan di Berau, Kaltim,” kata Hendra, dikonfirmasi merdeka.com, Senin (26/10) malam.

Hendra menerangkan, penangkapan dilakukan tim Jatanras Polda Kalimantan Tengah, di kawasan indekos KM 4 Kasongan, di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Informasi sementara, Ricky melarikan diri dari Berau.

“Pelaku dalam rangka melarikan diri dan bersembunyi di Kalteng,” singkat Hendra.

Diketahui, warga Teluk Bayur, Berau, Kalimantan Timur, menemukan mayat wanita berbaju batik setengah bugil dengan kondisi tangan terikat, Rabu (21/10) sore, dikawasan semak pinggir kolam.

Kurang 24 jam, identitas korban terungkap, adalah F (25), warga yang tinggal di Berau.

Wanita muda itu, pamit dengan suaminya Selasa (20/10) malam, sekira pukul 20.30 WITA, untuk bekerja.

Korban tidak kunjung pulang, hingga ditemukan meninggal di pinggir kolam, Rabu (21/10) sore, sekira pukul 16.00 Wita.

Pelaku rencananya akan dibawa ke Berau, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Rido tidak menampik, saat ditanya merdeka.com, korban bekerja di salah satu kafe di Tanjung Redeb, Berau.

“Korban bekerja freelance, sebagai pemandu lagu,” kata Rido, Senin (26/10) sore.